:
  • SELALU TERCEPAT DAN SELALU MEMAHAMI

    SELECT YOUR LANGUAGE


    Powered By Google Translate

    Manusia Penuh Hikmah, Luqman Al-Hakim ! [1]



    ilustrasi
    Walau dianggap bukan golongan nabi, nama Luqman diabadikan sebagai salah satu surat Alquran.

    Tak banyak yang benar-benar mengenal Luqman al-Hakim. Sejumlah riwayat menyatakan Luqman berasal dari Nuba, dari penduduk Ailah yang kini berada di negara bagian Kordofa, Sudan Selatan. 

    Ada juga yang berkata bahwa dia berasal dari Ethiopia. Pendapat lain mengatakan, ia berasal dari Mesir Selatan yang berkulit hitam. Tiga versi ini menunjukkan bahwa Luqman berasal dari ras kulit hitam, negro. 

    Bila benar dia dari Pegunungan Nuba, fisiknya bisa dipastikan tinggi besar menjulang layaknya warga Nuba masa kini. Tetapi, ada pula sebagian sejarawan yang berpikir bahwa dia berasal dari Ibrani.

    Selain asal-usulnya, profesinya pun diperselisihkan. Ada yang berkata dia penjahit, pengumpul kayu, tukang kayu, atau penggembala. Tak ada yang bisa memastikannya. 

    Tetapi, semuanya setuju bahwa Lukman adalah seorang bijak sehingga dia pun dijuluki al-Hakim. Dia adalah manusia yang sangat bersyukur akan keislamannya, bersyukur atas dirinya dan kehidupan yang dimilikinya.

    Seperti diceritakan dalam kitab tafsir Al-Misbah karya Prof Quraish Syihab, suatu ketika Luqman sedang tidur pada siang hari, tiba-tiba dia mendengar suara memanggilnya seraya berkata, “Hai Luqman maukah engkau dijadikan Allah khalifah yang memerintah di bumi?” 

    Luqman tak ragu menjawab. “Kalau Tuhanku memberiku pilihan, aku memilih afiat (perlindungan), tidak memilih ujian. Tetapi, bila itu ketetapannya, akan kuperkenankan dan kupatuhi karena kau tahu bahwa bila itu ditetapkan Allah bagiku, pastilah Dia melindungiku dan membantuku,” katanya.

    Para malaikat yang tidak dilihat oleh Luqman bertanya, “Mengapa demikian?” yang kemudian dijawab oleh Luqman bahwasanya karena pemerintah atau penguasa adalah kedudukan yang paling sulit dan paling keruh. Kezaliman menyelubunginya dari segala penjuru.


    Sumber : republika.co.id


    0 komentar:

    Posting Komentar