
Dalam pawai seni budaya tersebut menampilkan prosesi penobatan Arya Wiraraja sebagai adipati pertama Sumenep. Dalam prosesi tersebut digambarkan jika kehadiran adipati pertama tersebut disambut gembira masyarakat Sumenep dengan menampilkan tarian kolosal. Selain itu, ditampilkan juga dukungan dari wilayah-wilayah kecamatan. Bahkan digambarkan juga, bentuk dukungan masyarakat pada adipati Arya Wiraraja berupa pemberian ayam emas dan seserahan emas lainnya.
Selain proses penobatan Arya Wiraraja sebagai adipati pertama Sumenep, dalam pawai seni budaya tersebut juga ditampilkan penyerahan pemerintahan dari adipati kepada Bupati, yang diperankan langsung Bupati Sumenep, A. Busyro Karim. Rangkaian pawai seni dan budaya ditutup dengan persembahan Marching Band IPDN, diikuti arak-arakan seni tradisional seperti ojung, jaran serek, dan sapi sonok. Selain itu, pawai juga dimeriahkan dengan puluhan mobil hias dan odong-odong.

"Berbagai seni budaya keraton ini memang jangan sampai pudar oleh jaman. Wajib hukumnya untuk mempertahankan seni budaya tradidonal, agar tetap eksis, termasuk pawai budaya seperti ini," katanya.
Menurut Busyro, melestarikan budaya keraton merupakan tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah, seniman, maupun masyarakat umum. "Budayawan dan seniman dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam pagelaran dan pementasan. Kami berharap agar pawai budaya semacam ini bisa terus dikembangkan dan diagendakan semakin meriah agar menjadi ikon budaya. Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan akan menjadi salah satu paket wisata menarik di Sumenep," ujar Busyro.
Sumber : beritajatim.com
0 komentar:
Posting Komentar