:
  • SELALU TERCEPAT DAN SELALU MEMAHAMI

    SELECT YOUR LANGUAGE


    Powered By Google Translate

    Alhamdulillah, Masjid Khusus Muslimah Menjamur Dan Tumbuh Pesat Di Cina !


    Dua remaja Muslim Cina

    LANZHOU -- Lebih dari dua dekade, Ma Guifang (80) menjalani hidupnya di masjid khusus wanita Lulan di Kota Lanzhou, Cina.

    Setiap hari, nenek berjilbab tersebut membaktikan diri mengurus masjid. Ia menganggap masjid tersebut adalah anugerah bagi Muslimah Cina.

    "Saya merasa sangat diberkahi memiliki sebuah masjid yang dapat saya kunjungi setiap hari. Muslimah tak banyak menikmati hak istimewa seperti ini," ujar Guifang seraya bersyukur.

    Hidup di negara dimana umat Islam menjadi minoritas, tentu bukanlah hal mudah, terutama bagi para muslimah. Kebutuhan belajar ilmu agama, berkumpul dan bebas mengenakan jilbab menjadi hal yang sangat diinginkan mereka.

    Keberadaan masjid khusus wanita pun menjadi sebuah anugerah bagi mereka. Dibangun beberapa abad lalu, bangunan masjid pertama kali ditujukan untuk sekolah agama bagi Muslimah Cina.

    Sekolah Islam untuk wanita mengalami perjalanan sejarah panjang. Sejak pertama kali didirikan di paruh kedua Dinasti Ming (1368-1644), sekolah terus berkembang hingga menjadi masjid khusus wanita dengan imam wanita di akhir era Dinasti Qing (1644-1911).

    Beberapa masjid yang berlokasi di Provinsi Barat Laut negara Asia terbesar tersebut, berubah fungsi menjadi masjid khusus wanita. Aktivitas para muslimah di sana menjadi fenomena unik di Negeri Tirai Bambu ini.

    Mereka shalat dan mempelajari agama Islam di sana. Muslimah berjamaah dengan imam wanita, namun sang imam tidak menggunakan pengeras suara sebagaimana masjid pada umumnya.

    Anak-anak wanita Muslim pun belajar mengaji dan ilmu agama dengan ustazah. Masjid khusus wanita Lulan dibangun sejak 1956 oleh sekelompok muslimah, yang pindah dari Provinsi Henan di Cina Tengah ke Lanzhou.

    Menjamurnya masjid-masjid khusus muslimah, tidak terjadi hanya di Kota Lanzhou. Masjid khusus muslimah juga dapat ditemui di beberapa kota di Cina, seperti Zhengzhou, Hefel, Jinan dan Shijiazhuang.

    Sayangnya, Asosiasi Cina Islam mengatakan tak ada statistik yang pasti mengenai jumlah masjid khusus wanita di Cina. Untuk mengurus masjid-masjid spesial tersebut, para muslimah bekerja sama. Mereka gotong royong merawat dan menjaga kebersihan masjid.

    "Wanita melakukan semua pekerjaan disini, tidak peduli bagaimana lelahnya," ujar seorang muslimah, Ma Lan (46).

    Untuk membiayai kebutuhan masjid, mereka mengumpulkan dana dari para jamaah wanita. Biaya masjid sepenuhnya berasal dari sumbangan tersebut. (baca: Alhamdulillah, Masjid Khusus Muslimah Menjamur di Cina).

    Meski khusus wanita, masjid Lulan mampu mengumpulkan 150 jamaah setiap hari Jumat. "Kami menerima sekitar dua ribu sampai tiga ribu yuan (sekitar tiga juta rupiah hingga empat juta rupiah) per bulan. Donor dari pengunjung, sekitar 20 hingga 30 orang datang ke masjid setiap hari, bahkan meningkat menjadi 150 selama shalat Jumat di hari Jumat," ujar imam masjid Lulan, Tao Jinjling.

    Menurut data resmi Cina, populasi muslim di negara tersebut sekitar 20 juta. Sebagian besar mereka tinggal di kawasan Xinjiang, Ningxia, Gansu dan Qinghai.

    Beberapa sumber lain bahkan menyebut jumlah penduduk Muslim di Cina mencapai 65 hingga 100 juta jiwa. Jumlah tersebut sekitar 7,5 persen dari total populasi Cina.


    Sumber: Chinadaily/onislam


    0 komentar:

    Posting Komentar