:
  • SELALU TERCEPAT DAN SELALU MEMAHAMI

    SELECT YOUR LANGUAGE


    Powered By Google Translate

    Menelisik Penulis Sufi Klasik : Attar Al-Nisaburi ! [3 / Selesai]



    ilustrasi : Attar Al-Nisaburi
    Tradisi-tradisi sufisme menegaskan bahwa karya Attar sangat penting karena, membaca secara keseluruhan, membantu menegakkan struktur sosial dan standar etika Islam.

    Sementara seleksi-seleksi khususnya mengandung materi inisiator yang tersembunyi oleh bagian-bagian teologikal yang berat.

    Kutipan lain karya Attar:

    Kotak Ajaib
    Suatu ketika seorang laki-laki ingin menjual karpet kasar, dan ia pun menawarkannya di jalan.
    Orang pertama yang melihat mengatakan:
    "Ini karpet yang kasar, dan sangat usang." Maka ia pun membelinya sangat murah. Kemudian pembeli tersebut berdiri dan mengatakan kepada lainnya yang tengah berjalan:
    "Karpet ini lembut bagai sutra, tak ada yang seperti ini."
    Seorang Sufi yang melintas mendengar orang yang membeli itu dan berusaha menjual barang yang sama dengan dua gambaran yang berbeda.
    Sang Sufi berkata kepada si penjual karpet:
    "Wahai penjual karpet, masukkan aku dalam kotak ajaibmu, yang dapat mengubah karpet kasar menjadi halus, barangkali bisa mendatangkan permata!"

    Bulan
    Sang Bulan ditanya:
    'Apa hasratmu yang paling kuat?"
    Dijawab:
    "Kalau Matahari hendak menghilang, dan tetap terselubung dalam awan selamanya."

    Limaratus Keping Emas
    Salah seorang pengikut Junaid mengunjunginya dengan dompet berisi limaratus keping emas.
    "Apakah engkau memiliki uang lebih dari ini?" tanya sang Sufi. "Ya, saya punya."
    "Apakah engkau ingin lebih banyak?"
    "Ya, benar."
    "Maka engkau harus menyimpannya, karena engkau lebih membutuhkannya daripada aku; karena aku tidak memiliki apa pun dan tidak menginginkan apa pun. Engkau membutuhkannya dan selamanya ingin lebih banyak."

    Orang Gila dan Muazin
    Seorang muazin mendaki puncak menara dan mengumandangkan azan. Sementara itu, seorang gila melintas dan seseorang bertanya kepadanya:
    "Apa yang dilakukannya di sana, di atas menara?"
    Si gila menjawab:
    "Orang di atas itu sesungguhnya mengocok kulit kacang yang kosong."
    Ketika engkau mengucapkan sembilanpuluh sembilan Nama Allah, maka engkau seperti bermain dengan kulit kacang yang kosong. Bagaimana Tuhan dapat dimengerti melalui nama-nama?
    Karena engkau tidak dapat mengucapkan dalam kata-kata 'mengenai hakikat Tuhan, paling baik tidak usah bicara tentang siapa pun sama sekali.


    Sumber : Jalan Sufi : Reportase Dunia Ma'rifat oleh Idries Shah


    0 komentar:

    Posting Komentar