:
  • SELALU TERCEPAT DAN SELALU MEMAHAMI

    SELECT YOUR LANGUAGE


    Powered By Google Translate

    Bertentangan Dengan Hukum Syariah Islam, Kosmetik Dihapus Dari TV Iran !



    TEHERAN - Kaum wanita yang tampil di program-program televisi tidak akan diijinkan memakai kosmetik karena itu melanggar hukum Islam, atau Syariah, ujar pimpinan televisi pemerintah.

    "Kosmetik yang dikenakan para wanita dalam acara televisi adalah ilegal dan bertentangan dengan hukum Syariah Islam. Tidak boleh ada satu pun wanita yang mengenakan kosmetik selama mengisi acara televisi," ujar Ezatollah Zarghami, seperti yang dikutip oleh koran reformis Etemad.

    Zarghami, mantan anggota Garda Revolusioner yang diangkat kembali oleh pemimpin agung Ayatollah Khamenei, juga memerintahkan para tamu wanita untuk dipandu oleh pembawa acara wanita.

    Ketika ia menunjuk kembali Zarghami untuk masa jabatannya yang kedua bulan lalu, Khamenei dilaporkan mengatakan pada Zarghami pentingnya menciptakan cerminan moralitas, agama, harapan, dan kesadaran di program-program media negara.

    Berbicara dalam sebuah konferensi direktur jaringan kerja, ia menyerukan dikuranginya musik dalam acara-acara televisi dan mendesak stafnya untuk tidak meniru film-film Barat.

    "Mulai hari ini, kalian yang berada di departemen produksi harus meluncurkan metode pengawasan baru. Saya tidak meminta kalian untuk menyaring. namun kalian harus tegas agar tidak ada sesuatu yang tidak pantas terjadi," ujar Zarghami.

    Zarghami mengatakan kepada para direktur bahwa mereka juga harus melarang "gurauan yang menjijikkan" antara pria dan wanita di televisi atau radio, seperti yang dikutip oleh kantor berita Fars.

    Televisi pemerintah Iran memiliki delapan kanal televisi dan 15 stasiun radio. Televisi ini telah mengalami berbagai periode aturan berpakaian dan berdandan baik yang ketat maupun longgar.

    Kaum wanita di televisi juga tidak diperbolehkan memperlihatkan rambutnya, namun mengenakan kosmetik yang semakin tebal beberapa tahun belakangan ini.

    Televisi Iran berada di bawah pengawasan ketat dan harus mematuhi panduan yang tegas hingga beberapa film lokal telah mengalami sensor sebelum ditayangkan.

    Iran adalah bangsa Persia, dan kaum wanita di sana dapat melakukan banyak hal yang tidak dapat mereka lakukan di beberapa negara lain, seperti Arab Saudi. Contohnya, di Saudi, wanita tidak diperbolehkan mengemudi, menempuh pendidikan tinggi, atau memegang jabatan di kantor-kantor publik. Di Iran, wanita tidak hanya boleh mengemudikan kendaraan pribadi, beberapa dari mereka bahkan menjadi supir taksi. Mereka juga diperbolehkan bekerja di kantor-kantor publik, dan mahasiswa di perguruan tinggi Iran terdiri atas 65% kaum wanita.

    Di Teheran, terdapat sebuah perusahaan pemadam kebakaran profesional yang seluruh personelnya terdiri atas kaum wanita, yang mengenakan jilbab di bawah helmnya saat menerima panggilan pemadaman kebakaran. Itu adalah satu-satunya perusahaan pemadam kebakaran wanita di Timur Tengah.

    Selain itu, sementara wanita Iran diharuskan menutup rambutnya, mereka tidak harus menutup wajahnya. Karena itu adalah satu-satunya bagian tubuh yang boleh mereka perlihatkan, mereka menginginkannya menjadi sesempurna mungkin, dan bedah plastik, terutama di area hidung, menjadi bisnis yang berkembang pesat. Wanita dengan hidung yang masih diperban pasca operasi adalah pemandangan umum di jalan-jalan Teheran.


    Dari :  (Berita SuaraMedia)


    0 komentar:

    Posting Komentar